Kamis, 16 Juni 2016

OL yang Melal(a)ikan



Rupanya udah lama banget ini blog nggak ku update, tau-tau udah Ramadan aja. Bukan karena ‘loosing my mojo’ ya, tapi karena banyak kesibukan lain (ah, sama aja, banyak alasan aja lo feb). Tapi beneran loh, akhir-akhir ini waktu terasa semakin terbang aja. Bahkan untuk motret kue hasil bikinanku lebih sering nggak sempatnya. Hiks! 

Kuakui beberapa kesibukanku penting, tapi sempat juga aku membuang waktu untuk perkara nggak penting. Online nggak tentu arah misalnya. Mulai dari belanja baju lebaran (udah dibeli sebelum Ramadan,haha!)  sampai mantengin berita ustajah abal-abal (nggak penting banget!). Ah, online, engkau selalu berhasil mengacaukan duniaku. 

Menyadari betapa online bisa sangat ‘merusak’, aku memutuskan untuk mengambil tindakan-tindakan preventif agar nggak kebablasan online nggak penting. Nah ini dia langkah yang kuambil biar nggak buang-buang waktu di depan layar:


  • ·         Mengetahui dan kalau perlu buat daftar apa aja yang ingin dicari di internet

Yup, aku bikin list apa aja informasi yang ingin kucari di internet, dan aku berusaha untuk disiplin dengan jadwal itu. Jadi, nggak ada ceritanya baca hal-hal nggak berguna cuma karena penasaran. Untuk langkah yang ini, di awal memang terkadang memang rada susah, tapi lama-lama terbiasa kok untuk ‘stick with the list’.


  • ·         Menghubungkan email ke smartphone

Salah satu hikmah aku dijambret adalah, aku dibeliin smartphone berbasis android, hehe.. Nah, sekarang aku bisa ngecek email tanpa harus nyalain laptop. Keuntunganya adalah, begitu ada email penting, kita bisa langsung tau. Kayak orang sibuk banget ya eike? Iya dong, namanya juga freelancer, apa-apa infonya via email, mulai dari info kerjaan baru, hasil nge-bid kerjaan, sampai berhubungan dengan client. Jadi aku terbantu banget dengan mudahnya mengakses email via HP.
Disamping urusan kerjaan, aku juga subscribe situs-situs tips menulis, jadi kalau mereka update tulisan baru, aku dapat pemberitahuan lewat email. Dan itu juga sangat menghemat waktu dibanding kalau aq ngecek situs mereka secara berkala.

  • ·         Tidak menyediakan aplikasi ‘beresiko’ di hp

Yang kumaksud beresiko disini tentu saja, yang beresiko melalaikan. Jadi, walaupun udah pake android, aku tidak menyediakan aplikasi sosial media apapun, kecuali bbm (bbm itu termasuk sosmed nggak sih?) . Karena semakin gampang diakses, semakin gampang kita terlalaikan oleh mereka. Dan buat aku, aplikasi yang paling berbahaya adalah instagram! Sosmed yang satu ini bukan cuma melalaikan tapi sumber mengorek-ngorek aib artis terbesar. Hehe..

  • ·         Bikin akun facebook baru khusus untuk follow fanspage yang bermanfaat aja

Mungkin yang ini sedikit ekstrim, tapi aku jenuh dengan penuhnya wall facebook lamaku dengan beraneka ragam share-sharean. Mulai dari doa-doa yang nggak jelas asal-usulnya, hak istri,kewajiban suami (jarang yang ngeshare hak suami) ,100 ide desain rumah minimalis, 100 resep olahan ubi, sampai hasil kuis ‘seberapa mirip kamu dengan artis’. Sebagian orang beralasan ngeshare untuk nge-save informasi itu di profil mereka. Terserah deh, tapi kalau emang pingin ngesave ini-itu, mendingan bikin akun pinterest aja kan? Toh, disana kita bisa ngesave ribuan ide dengan satu klik. Lagian kuperhatikan sebagian ide yang berseliweran di facebook sumbernya dari pinterest juga. Nggak salah sih, kan katanya ‘sharing is caring’, aku sendiri juga ngeshare artikel menarik yang baru kubaca (tapi nggak 10 artikel sehari juga kaleee..). 

 
Yah intinya , aku males ngeliat share-sharean yang nggak relevan dengan hidupku.  Jadi, daripada eike buang-buang waktu (dan kuota), akhirnya kuputuskan untuk bikin akun baru aja. Untuk apa? Untuk follow fanspage yang isinya memang bermanfaat untuku. Walaupun efeknya aku jadi telat info kalo temen deketku udah lahiran. Hehe..

Begitu deh, beberapa langkah yang kuambil agar waktu (dan kuota) ku nggak terbuang sia-sia. Mengapa hal ini penting untuk dipikirkan? Karena waktu adalah salah satu aset yang akan kita pertanggungjawabkan kelak. Untuk apa kita menggunakanya? Jika kita tidak menggunakanya untuk perkara bermanfaat, otomatis kita gunakan untuk sesuatu yang kurang penting. Dan lagi kualitas diri seseorang ditentukan dari bagaimana ia memanfaatkan waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar