Senin, 11 Januari 2016

Zero Time Waste



Belum lama ini, aq melihat sebuah video mengenai sebuah kota di Jepang yang menerapkan konsep zero waste (video bisa dilihat di sini). Mereka menerapkan sebuah konsep pembuangan sampah yang detail (sampah dipilah sampai 34 jenis), sehingga setiap sampah yang dihasilkan bisa dimusnahkan, dikubur, atau didaur ulang. Aq merasa kagum dengan etos kerja orang Jepang yang selalu bersungguh-sungguh demi meraih tujuan mereka. Dalam agama Islam sendiri ada satu hadist yang berbunyi, “Allah menyukai orang yang bekerja dengan baik”. Artinya, bagi seorang muslim yang melakukan pekerjaanya dengan sebaik-baiknya untuk mengharapkan ridho Allah- dalam perkara dunia sekalipun- akan mendapatkan pahala. Bukankah nikmat sekali jika tiap aktivitas kita selama 24 jam mendapatkan keridhoan dari Allah karena kita mengerjakanya dengan sebaik-baiknya dengan niatan lillahi ta’ala?



Melihat video itu aq juga pingin menerapkan sebuah motto hidup, yaitu zero time waste. Artinya, tak ada waktu yang boleh terbuang percuma. Tiap aktivitas harus bermanfaat untuk perkara dunia ataupun akhirat. Aq jadi teringat pernyataan Ustad Erwandi dalam kajian ‘pandangan lelaki jantan terhadap dunia dan harta’, beliau berkata “muslim itu berpindah dari satu perkara penting kepada perkara penting lainya”. Artinya, nggak ada waktu untuk ngurusin perkara nggak penting seperti ngecekin akun ig artis (eh!).  

Sebenernya konsep memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, udah banyak banget dibahas di berbagai media. Motto waktu adalah uang udah begitu sering kita dengar sehari-hari. Tapi sebenarnya bagi seorang muslim, waktu itu buka uang, tapi waktu adalah pahala. Apalagi mengingat umur adalah salah satu hal yang akan dipertanggungjawabkan nanti. Lima menit saja dalam sehari yang terbuang percuma, kalo terakumulasi sampai umur 60 tahun, bisa berabe juga pertanggungjawabanya. Apalagi kenyataanya, aq bisa menghabiskan lebih dari 5 menit untuk perkara nggak penting (hiks!).

Udah dari dulu aq berusaha untuk membenahi penggunaan waktuku sehari-hari, dan aq selalu mengalami fase berhasil-gagal dalam hal ini. Dan setelah melihat video dari Jepang diatas, aq memutuskan untuk benar-benar serius memperhatikan penggunaan waktuku. Aq mulai dengan mencatat apa saja yang aq lakukan dalam sehari dengan sedetail-detailnya dan sejujur-jujurnya. Dan aq menyadari ada 1 benda kecil yang sukses melalaikanku. Yup! Apalagi kalo bukan android milik suami. Seriously! Aq punya hubungan cinta-benci dengan benda satu ini. Karena itu sampai sekarang aq belum tertarik untuk mengganti ponsel ‘tak terlalu pintar’ku. Karena kalo udah pegang smartphone, yang niat awalnya ngecek jadwal dauroh 5 menit doank, bisa jadi 15 menit karena ada share-sharean menarik di grup fb. Yang awalnya istirahat 15 menit, bisa jadi 30 menit kalo sambil pegang benda ini. Ah!

Lalu apa rencanaku untuk memperbaiki diri? Sepertinya aq memutuskan untuk nggak megang HP suami lagi. Pokoknya kalo mau online, ya pake laptop, itupun udah diniatkan dulu situs-situs apa aja yang mau dibuka. Dan aq juga mau pake alarm HP tiap kali lagi online jadi nggak keterusan karena ada batasan waktunya. Dan aq tetap mencatat apa saja kegiatanku dalam sehari, jadi aq bisa menganalisa apa saja yang perlu diperbaiki dari aktivitas-aktivitasku. Tentu saja proses ini tidak akan instan, dan akan ada hari-hari dimana aq gagal, tapi kalo aq istiqomah ‘zero time waste’ bener-bener bisa jadi gaya hidup kan? 

Apa kamu bilang? Saya lebay? Ah, nggak juga, cukup ingat saja ‘Allah mencintai hambanya yang bekerja dengan baik’.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar