Selasa, 05 Januari 2016

Komitmen 2016



Akhir Desember kemarin, tiba-tiba saja aq tertarik untuk mencari berbagai ide planner dan goal di Pinterest. Entahlah, mungkin karena sebentar lagi tahun baru dan perasaan ingin tahun ini lebih baik dari sebelumnya memenuhi pikiranku. Kemudian, setelah dipenuhi inspirasi, aq-pun mengangkat topik goal 2016 dijam ngopi pagiku bareng suami. 

Akhirnya kami berdiskusi panjang lebar mengenai goal 2016 ini dan memutuskan bahwa tiap aspek dihidup kami harus diperbaiki agar lebih baik dari tahun 2015. Setelah banyak rencana diutarakan, kami  pun setuju bahwa yang kami perlukan adalah komitmen bukan goal. Soalnya goal adalah target yang harus dicapai, padahal kami nggak punya target, yang kami inginkan upaya yang berkelanjutan untuk memperbaiki diri. Kemudian suami pun nyuruh aq ambil kertas untuk nulisin komitmen-komitmen kami (ternyata semangat juga dia).




Ada beberapa aspek yang ingin kami perbaiki di 2016 ini: agama, Bagas, keuangan, kesehatan, dan menulis. Dalam aspek agama, aku mau menghadiri kajian rutin minimal 1x seminggu. Sebelumnya, aq cuma menghadiri dauroh/tabligh akbar secara tidak teratur dan mendengarkan kajian melalui MP3/radio sambil masak. Kemudian pada suatu hari aq mendengarkan MP3 kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang judulnya Nasihat Untuk Penuntut Ilmu (kajian bisa dilihat disini), beliau menekankan pentingnya menghadiri kajian rutin agar ilmu yang kita dapatkan lebih mendalam dan terstruktur. Jadi, aq putuskan untuk mengikuti kajian rutin tafsir Al Qur’an di Mesjid Raudhatul Jannah (RJ). Sebenarnya, nyaris tiap malam ada berbagai kajian di RJ, dan aq juga cukup tertarik dengan kajian fiqih ibadah. Tapi kayaknya aq mulai dengan sekali seminggu dulu deh. Jangan terlalu ngoyo, ntar malahan bosen terus ditinggal semua.

Aq memilih kajian tafsir Al-Qur’an karena penting bagi seorang muslim untuk memahami dengan benar makna dibalik ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacanya. Kalau kita memahami Al-Qur’an dengan benar, baru kita bisa mentaddaburinya kan? Dengan mempelajarinya secara bersungguh-sungguh baru kita bisa mengerti seberapa tinggi dan dalamnya makna Al-Qur’an. Aq yakin, kalo seorang muslim paham akan tingginya nilai Al Qur’an, dia nggak akan sembarangan ngeshare di sosmed artikel2 ‘unik’ seperti “bencana ini sebenarnya sudah diramalkan di dalam Al Qur’an” (itu Al Qur’an apa bola kristalnya mama Lauren?eh..). 

Aq juga memutuskan untuk belajar tahsin 4x seminggu sama suami. Soalnya kemampuan baca Al-Qur’an ku bisa dibilang masih kurang banget. Sampai sekarang, bacaan Al Fatihahku aja masih dikoreksi terus sama dia. Pasti ada aja salahnya, entah itu mad-nya, atau mahorijul hurufnya. Padahal ini surat dibaca tiap kali sholat! Apalagi nggak lama lagi aq harus ngajarin Bagas baca Al Qur’an. Masa  aq ngajarin Bagas, padahal pelafalan aq masih salah2, ya kan? Jadilah aq memutuskan bahwa aq harus bener2 serius memperbaiki bacaan Al Qur’an ku. Sementara itu, suami juga berencana untuk belajar tahsin lagi 2x seminggu di kelas belajar tahsin. Mumpung Bagas belum nambah adik lagi. Hoho..

Dari aspek Bagas, aq ingin tiap malam kami menemani dia bermain sambil belajar. Entah itu mengajarkan dia surat pendek, membacakan kisah2 sambil menggunakan alat peraga, ataupun permainan edukatif lainya. Menurutku menemani anak bermain harus dijadwalkan secara sadar setiap harinya, kalo nggak tanpa sengaja kita mengabaikan anak kita untuk berbagai tugas domestik yang nggak ada habis-habisnya itu. bisa jadi anak sama kita 24 jam, tapi kitanya sibuk sendiri. Rencananya, permainan2 yang kami mainkan dan hasil pengamatanku akan aq tuliskan di blog ini, sebagai dokumentasi sekaligus ajang sharing. Kan katanya sharing is caring. Tapi itu sih kalo aq-nya rajin ya. 

Di aspek kesehatan aq mau mulai olahraga lagi 15 menit sehari 3-4x seminggu, dan jalan pagi bertiga tiap hari Minggu. Soalnya waktu libur kemaren aq ngerasain asiknya ngobrol sambil jalan pagi bareng suami, asbuh (asmara subuh) ceritanya.  Sementara si mas mau mulai jogging lagi 2x seminggu. Dan aq mau makin rajin bikin cemilan untuk di rumah, aq mau lebih memperhatikan asupan makananku. Tapi aq belum tertarik untuk ngurangin minum kopi seperti yang diminta suami. Nggak setuju pokoknya, lagian dia kan kerja, jadi nggak tau dong kalo eike diam2 bikin kopi di rumah
Mas juga rencananya mau ngeblogging lagi, katanya sekali seminggu dulu sebagai pemanasan. Kalo aq sih dari tahun 2015 emang udah janji mau nulis tiap hari minimal 30 menit sehari. Tapi gara2 nggak disiplin, nggak terlaksana deh. Untung tahun ini aq ketemu grup one day one post, lumayan memotivasi ini sepertinya. Aq sih emang nggak berencana ngepost 1 artikel tiap harinya, nggak ada waktu soalnya. Yang penting aq berusaha untuk konsisten nulis minimal 30 menit setiap harinya. 

Nah, untuk ngetrack komitmen2 kami, aq buat papan skedul bulanan dari pigura yang udah nggak kepake. Terus piguranya digantung di tempat yang gampang dilihat, biar jadi reminder sekaligus penyemangat, ‘ini loh komitmenmu hari ini!’ Dan ini dia gambar komitmen kami, doain semoga kami bisa konsisten sampai Desember 2016 ya! 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar