Senin, 13 Juli 2015

Resolusi Lebaran : Beli 'Mahar' untuk Diri Sendiri



“Feby mau mas kawinya apa?” Kata si mas waktu kami merencanakan pernikahan dulu. Mas kawin memang hak seorang wanita, wanita bebas meminta mas kawin apa saja kepada pria yang melamarnya. Tapi tentu saja si wanita juga harus pengertian dalam meminta maharnya, kalau nggak mau pria yang melamarnya mundur teratur. 

 “feby mau bandul emas aja untuk disematin di gelang feby”, jawabku. Ya, bandul emas. Dari dulu aku suka dengan ‘charm bracelet’ yang imut-imut itu. Udah tau charm bracelet? Itu loh, gelang yang ada gantungannya, biasanya gantunganya macem-macem tergantung selera yang punya, bisa bentuk hewan kesayangan, bunga, hobby, pokoknya apapun deh. waktu itu aku udah punya gelang dengan bandul berbentuk badut, tapi bukan dari emas.  Aku pikir boleh donk naik level dikit, hehe..
Jadi begitulah, kami pun janjian untuk mencari bandul yang aku mau. Setelah keliling-keliling melihat beberapa toko, pilihanku jatuh pada bandul berbentuk hati yang sederhana seperti yang bisa dilihat di bawah ini”:



Walaupun kesanya padat, tapi sebenarnya bandul ini dalamnya kosong jadi nggak berat. Beratnya kalau tak salah cuma 1,3 gram, waktu itu nilainya kurang lebih 800 ribuan. Tak terlalu mahalkan? Mungkin seperangkat alat sholat lebih mahal dari itu kalau terbuat dari sutra. Tapi emas kan lebih tahan lama dari kain, aku pikir aku bisa pake bandul ini selamanya.

Tapi rupanya aku salah, karena baru 1,5 tahun menikah bandulnya udah hilang! Jadi ceritanya begini, bandul itu aku pasang di gelang dan gelangnya aku pakai kemanapun. Termasuk waktu pulang ke kampung suami di Banjarnegara. Harusnya aku nggak pakai benda yang gampang nyangkut dan putus seperti itu kalau mau melakukan perjalanan jauh. Tapi dasar oon, aku lupa lepasin pas mau berangkat naik travel dari Banjarnegara ke Jogja. Nah, pas istirahat makan aku baru tau gelangku nggak ada. Di mobil travel Cuma ketemu rantainya doang, bandulnya dicari-cari tetap nggak ketemu. Ah! Aku kecewa luar biasa. Waktu itu aku sampai berpikir, coba kalau dulu aku minta mas kawinya cincin, kan nggak bakal hilang. Tapi apa boleh buat, toh semua udah terjadi. 

Setelah itu, sebenarnya suamiku nawarin beliin bandul yang baru, tapi aku menolak karena  menurutku walaupun mirip tentu tak akan sama dengan bandul yang disematkan oleh suamiku setelah ijab kabul dulu. Tapi setelah 1 tahun berlalu kupikir-pikir lagi nggak apa-apa deh beli yang baru, walaupun bukan mas kawin paling nggak aku bisa mengenang bentuknya. Sayangnya, kali ini kami lagi nggak punya budget lebih, jadi aku memutuskan untuk menabung dan menjadikan membeli bandul emas baru sebagai resolusi  lebaranku tahun ini. Yup! Aku akan melakukan upaya-upaya penghematan agar bisa make bandul seperti mas kawinku di hari lebaran nanti.

Setelah mencari-cari ide penghematan di internet, aku pun menemukan situs finansial yang isinya bermanfaat banget untuk mencapai tujuanku. Namanya Cermati,di situs ini produk yang paling bermanfaat bagiku adalah artikel keuangan terutama tips menabungnya. Menurutku tipsnya bisa diaplikasikan langsung, yaitu manajement amplop seperti di artikel ini . Jadi, yang dimaksud management amplop itu, kita menarik uang sejumlah kebutuhan dari ATM, kemudian membagi-bagikanya ke dalam amplop sesuai dengan kebutuhan, contohnya amplop belanja bahan makanan, amplop keperluan perawatan badan, amplop untuk lauk sehari-hari, macem-macem deh tinggal disesuaikan aja dengan kebutuhan masing-masing. Tentu saja jumlahnya sudah direncanakan dan dihitung sebelumnya. Nah, kita harus disiplin menggunakan uang yang ada di amplop dan nggak boleh ambil lagi di ATM sampai priode berikutnya.


contoh amplop, sumber dari sini

Menurut aku ide ini efektif untuk mencegah penyakit laper mata. Namanya juga perempuan, liat barang lucu dikit maunya beli. Nah, dengan melihat fisik uang yang tersisa di amplop, aku jadi sadar ‘oh  iya, jatah belanja minggu ini tinggal segini. Nggak usah ke mall dulu deh biar nggak laper mata’. Karena kalau udah nyampe di toko tau-tau semua barang rasanya ‘butuh’. Niat awal mau beli minyak doank, eh tau-tau di keranjang belanja udah ada panci diskon sama loyang yang bentuknya ‘lucu’ dan suatu hari akan dipakai.
Dengan mengurangi kunjungan ke toko, terkadang uang di amplop yang udah kusediain justru bersisa. Lebihnya, tentu saja kukumpulkan dalam satu amplop khusus untuk menambah dana resolusiku. Setelah menerapkan sistem amplop ini aku jadi lebih bijak dalam menggunakan uang dan mengerti pentingnya memiliki prioritas. Aku baru menyadari pengeluaran-pengeluaran sepele yang nggak terkontrol justru yang bikin kita boros.

Nah, buat kamu yang memerlukan tips dan ide seputar keuangan, coba aja kunjungin situs cermati. Karena nggak Cuma artikel keuangan, tapi di sana juga ada produk-produk lain yang bermanfaat seperti  informasi seputar tabungan, deposito, kartu kredit, dan pinjaman pokoknya lengkap deh!  Yang menarik dari situs cermati ini, kita bisa membandingkan berbagai fasilitas yang disediain oleh bank-bank di Indonesia. Jadi kita bisa tau bank mana yang menyediakan fasilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya yang suku bunganya paling tinggi, atau yang setoranya paling kecil. Hemat waktu kan dibanding kalau kita mengunjungi situs-situs bank tersebut satu per satu. Simple banget deh pokoknya. Yuk cermat finansial dengan cermati!

screenshot situs cermati, membandingkan berbagai tabungan syariah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar